Penulis : septiandwinugroho

Ya... tidak bisa kita pungkiri, bahwa dalam Dunia ini siapa yang tidak mengenal musik? Semua orang pasti mengenal musik. Mendengar kalimat “Musik” saya artikan disini musik ialah sebagai sebuah seni dalam diri saya, yang membuat saya mampu mengartikan apa itu “kehidupan”. Dari musik yang saya kenal, terdapat beberapa inspirator yang saya pastikan mereka bukan orang biasa, diantaranya ialah Beethoven (Ludwig van Beethoven) dengan simfoninya yang sangat terkenal di Jerman pada masanya (70 an) dan juga Band-band legendaris era 90 an sepeti Steelheart dengan She’s gone nya yang mendunia di Amerika kala itu, Metallica, Simple Plan, GreenDay, Coldplay, bahkan yang saya kenal di Indonesia tercinta ialah Koes Ploes, Noah, Ardito Pramono hingga Raja Dangdut, beliau H. Roma Irama, saya penggemar beliau juga, hehe.....

Karena saya mengidolakan mereka, tentu saya sangat memperhatikan apa-apa yang mereka gunakan dalam penampilan/pertunjukkannya.  Walau saya tidak mengamati mereka secara langsung (Live Perform) namun dari sejumlah pemain dalam band yang saya gemari tersebut, saya betul-betul amati dari RIG-RIG nya yang mereka pakai, Instrumen mereka, routing sound mereka, hingga proses recording mereka, semua saya amati. Tentu alat yang mereka gunakan bukan alat-alat yang sederhana sehingga mampu memberikan suguhan yang sangat menarik bagi penggemar-penggemar mereka tentunya. Misalnya saja Bang Haji Roma saya amati dalam cek soundnya beliau, Bang Haji tergolong musisi yang detailer, semua ia perhatikan. Dan keunikan lainnya Beliau memiliki ciri khas di sound gitar yang serak-serak wangi bagaimanaaa gitu. hehe...

Dalam hal sumber pengetahuan yang saya miliki ini, saya sangat mengandalkan Internet dalam hal ini. Dari artikel-artikel seputar musik dan/atau teknik audio, buku-buku musik dan/atau teknik audio, youtube, instagram, dll. Semua tentang musik dan teknik audio tentunya. Oke, saya adalah seorang Musisi (spesialis gitar) sekaligus Sound engineer sewaan yang tinggal di desa dengan keamatirannya. Namun saya tidak pernah merasa minder dengan semua keadaan ini. Saya punya sugest dalam diri ini bahwa “saya yakin jika saya sudah cinta, saya pasti diberi kemampuan oleh sang Maha dalam hal apapun.”  Musik ya Cinta, singga Cinta jadi bisa. Begitu kepercayaan yang saya miliki.   

Nah... permasalahan yang dihadapi saya saat ini dalam permusikan ialah, saya akui saya adalah seorang yang suka musik (katakanlah musisi) pemula, sekaligus sebagai Sound Enginer pemula juga yang berasal dari daerah yang notabene masih terbatas alat, biaya, software, hardware & brainware-nya. Sering mengeluhkan masih terbatasnya beberapa alat-alat/hardware terutama di kota Kebumen tercinta tempat saya dilahirkan. Dengan adanya hal ini munculah pertanyaan, “Bagaimana bisa menciptakan kualitas sound yang baik tanpa disertai alat-alat yang kurang memadai?” Tentu pertanyaannya tidak hanya berhenti di situ saja, sebelum saya kehilangan kepercayaan dari klien-klien yang sudah menyerahkan kepercayan kepada saya walau dengan tuntutan yang kadang kurang masuk akal, seperti hal yang baru saya tulis dalam tanda petik di atas, saya disini cukup menanggapinya dengan mengerahkan atau memanfaatkan brainware (kemampuan) seputar teknik audio yang sama miliki demi menciptakan sound-sound yang berkualitas tentunya, tanpa alat-alat yang memadai.

Diantara cerita yang saya miliki, saya disini ingin sharing menceritakan beberapa pengalaman menarik terkait penampilan dan peran saya sebagai musisi sekaligus sound engineer daerah/desa. Saya akan menceritakan satu-persatu dengan istilah “kasus”. Misalnya saja seperti disebutkan di bawah ini:

  • Kasus pertama, Dalam suatu kasus terdapat sebuah acara yang membutuhkan channel banyak untuk beberapa instrumen yang dimainkan secara bersamaan (Live) namun mixer yang tersedia tidak mencukupi jumlah channel nya. Tidak mungkin kan, saya input vokal dengan gitar dalam satu channel yang sama? Hehe.... pasti Eq-nya beda dong, gain-nya pun beda, bahkan efeknya pun pasti beda. Nah disini saya berinisiatif memasang / menambah mixer tambahan yang ada dan saya pasang secara paralel, tentu saya riset terlebih dahulu agar bisa menghasilkan sound yang menyerupai apa pinta band atau acara vokal yang akan tampil tersebut. Alhasil, konser berjalan lancar dan memuaskan.
  • Kasus kedua, ini agak unik temen-temen sound engineer, saya pernah pula ngehandle sebuah acara dimana acara itu adalah sebuah acara pidato murni tanpa band (banyak instrumen), namun sound yang diminta oleh pihak panitia “yang kualitasnya HD” begitu katanya, padahal dalam system yang tersedia (oleh panitia) atau kelengkapan alat yang di sediakan itu tidak ada efek nya, management audionya, atau Eq-nya. Yang ada hanya Mixer tanpa efek. Saya muncul inisiatif, kebetulan di rumah saya ada efek gitar (kala itu ialah ZOOM G1X on), di dalamnya kan ada efek reverbnya tuh temen-temen, saya pake saja efek itu sebagai masukan efek untuk mixer tadi. Bisa dicoba deh, tanpa noise, soundnya bersih. Soundnyapun jadi memiliki efek, tekstur, dan kompresi yang lumayan. Hasilnya memuaskan asal set-up nya benar.
  • Kasus ketiga, ini juga tidak kalah unik juga, saya akhir-akhir ini sedang mencoba membangun home recording sendiri nih temen-temen, dan sekali lagi saya bukan golongan yang banyak modalnya temen-temen, boro-boro soundcard bermerek atau mic condensor mahal. Saya hanya bermodalkan:
  • Laptop, didalamnya sudah ada DAW nya yah, bisa Audacity atau StudioOne atau DAW lain (boleh pinjam hehe),
  • Mixer 4 Channel (Pinjam temen juga hehe) saya gunakan ini juga sebagai soundcard, karena belum ada soundcard yang sesuai standard,
  • Mic sementara saya pakai dinamic mic no lab, musti banyak reset untuk mencari karakter di mic model ini, bisa ditambah Eq atau Kompresi (yang cocok) dalam DAW nya. Tapi saya akan nabung untuk beli mic pribadi Shure SM-58. Do’akan ya temen-temen semoga terkabul. AAMIIN.
  • Instrumen saya hanya pake 2 gitar, satu Fender Telecaster H-S yang satu lagi Akustik gitar dari Yamaha APX-600 yang ini milik saya pribadi, iseng-iseng kadang live musik dihajatan hehe... Dan saya tidak ada piano atau MIDI controler temen-temen, tapi di musik hasil rekaman saya ada suara Synthesizer juga Bass Gitarnya tuh, itu semua saya dapatkan suara itu dari Si Fender tadi yang saya kombinasi dengan efek gitar dan edit di dalam DAW nya tadi. Dan gitar akustik APX-600 sdh cukup baik soundnya menurut saya, ya memang pasti kalah dibanding produk dari Taylor.
  • Dan kabel-kabel yang baik dan standard tentunya ya temen-temen, agar tidak ada noise dihasil rekamannya nanti.
  • Speaker monitor saya cukup pake speaker active Sharp tapi saya seting flat ya temen-temen. Gunanya adalah agar suara yang didengan di monitor kita itu suara jujur, tanpa ada penambahan Hi atau Low yang cukup signifikan.

Jangan khawatir dari alat-alat yang digunakan semuanya terjangkau dan saya yakin asal temen-temen sering mencoba pasti temen-temen akan mendapatkan sound yang sesuai harapan. Selamat mencoba...

  • Kasus keempat, ini tentang manggung dan gitar nih temen-temen, saya sering manggung di tempat yang kadang Amp Gitar nya tidak standar nih. Demi untuk mendapatkan sound sesuai dengan yang saya harapkan, saya jarang pakai teknik todong nih temen-temen, saya hanya pakai DI BOX pasif karena efekgitar saya sudah set-up ada amp somulatornya, kecuali jika efek gitar saya belum ada Amp simulator (misalkan TS-808 dr Ibanez atau efek-efek Stompbox yang temen-temen kenal) tentu saya harus pake Active DI yang ada Amp simulatornya yaaa. Dan dari semua itu saya lumayan puas dengan sound dari hasil Direct lansung ke FOH dan nyaman. Untuk monitor permainan gitar saya hanya pake Ampli yang di panggung (seadanya) ambil Output yang Un-Balance  dari DI BOX tadi. Dan usahakan deket dengan speaker monitor panggung juga yaaa, biar kita tidak main sendiri (kehilangan tempo) padahal kita mainnya nge-group kan yah. Hehe....

Itulah tadi sekilas tentang kasus-kasus yang saya alami sendiri dan saya pernah ujicobakan sendiri secara langsung. Silahkan temen-temen sound engineer boleh memberikan komen, masukan, kritik atau saran, tentu yang membangun yaaa... saya akan terima semua kritik saran nya. Semoga dapat memberikan kesan atas paparan yang telah saya tulis ini, siapatau menjadikan sesuatu yang bermanfaat atau bisa diadopsi dari trik-trik brutal yang seadanya dari saya itu. Namun percayalah teman-teman sound engineer yang pemula terutama (seperti saya) belajarlah selalu, Ingat semboyan saya di atas tadi, jika ada niat dan cinta pasti bisa.. Dan jangan ragu bereksperimen, saling share juga komen yaa nanti, via artikel-artikel seputar musik.

Oh iya temen-temen, jangan lupa ada channel yang menarik dilaman youtube nih, saya sering belajar seputar audio lewat channel ini. Bagi saya cukup recommend nih temen-temen, dengan channel bernama ArtSonica . Disana dibahas lengkap seputar Musik dan Audio. Selamat bereksperimen dan sebelumnya tentu belajar dulu yah. Tidak mungkin kita bisa mendunia tanpa teknik dasar yang benar dan sarat akan keilmuan. Sekian dari saya.....

Seorang musisi pernah mengatakan.... “Musisi yang hebat ialah musisi yang berkarya” dan satu lagi “Musisi yang hebat ialah musisi yang openmind”

Jaya permusikan Indonesia

Jaya sound engineer indonesia Sampai jumpa, Wassalam...... (ian_septian)

Segala isi tulisan, gambar serta video berkaitan dengan hak cipta yang termuat di sini merupakan tanggung jawab penulis dan bukan merupakan tanggung jawab artsonica.club. Artikel ini semata-mata di muat untuk "Lomba Tulis Artikel" yang di adakan oleh artsonica.club

Leave a Reply

Komunitas Musik & Audio Indonesia
YOUTUBETOKOPEDIA
LOGINDAFTAR
© 2020 - ArtSonica - All Rights Reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram